IGDX 2021, Masyarakat Indonesia Lebih Suka Mobile Game yang Kompetitif

IGDX 2021

Indonesia Game Developer Exchange 2021 telah selesai diselenggarakan tanggal 20 November 2021 lalu. Acara yang dibuat oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate ini bertujuan untuk mendorong penuh industri game Indonesia, agar sanggup menguasai pasar baik di dalam dan juga luar negeri.

Banyak publisher game Indonesia yang hadir di IGDX 2021 ini, setidaknya ada tiga publisher terkenal seperti Megaxus, Garena Indonesia dan Mobile Premier League yang ikut berbagi dan membahas industri game mobile di tanah air.

Head of Brand Marketing Mobile Premier League, Layla Safira Andarmawanti mengatakan, "Ternyata masyarakat Indonesia lebih menyukai game mobile yang sifatnya kompetitif."

Menurut dia unsur game kompetitif yang disukai orang Indonesia adalah yang sifatnya satu lawa satu atau pertandingan tim, lima lawan lima.

Namun tidak hanya sebatas kompetitif, Layla menambahkan kalau pemain Indonesia lebih menyukai game yang mengusung gameplay sederhana serta mudah untuk dimengerti.

"walau gamenya simple, lebih cenderung ke arah yang casual, namun pemain akan secara terus menerus merasa tertantang. Itu unsur yang membuat mereka terus kembali dan tidak mudah untuk bosan", ungkap Layla pada acara IGDX 2021.

Senada dengan Layla, CEO Megaxus Eva Muliawati mengatakan bahwasanya masyarakat Indonesia cenderung menyukai game mobile yang menantang.

Eva menambahkan game multiplayer cenderung lebih banyak peminatnya. Hal ini didasari karena masyarakat Indonesia senang memainkan game yang bisa berinteraksi satu sama lain.

"Game yang menurut kita teman-teman Indonesia suka itu game yang mempunyai beberapa fitur seperti multiplayer, sosial, dan fitur kompetitif", ungkap Eva.

Sedangkan Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan aktivitas game mobile di Indonesia dipengaruhi banyaknya pengguna smartphone.

Hans menilai smartpohone lebih mudah diakses masyarakat Indonesia apabila dibandingkan dengan perangkat gaming lainnya seperti PC dan konsol.

"Salah satu faktor yang kita lihat terutama adalah pertumbuhan penetrasi smartphone. Dari segi infrastruktur, saya pikir smartphone lebih baik dibanding PC dan konsol, terutama dalam aspek aksesibilitas", jelas Hans.


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar