Film Horor DreadOut Gelar Gala Premiere, Dimeriahkan Langsung Oleh Tim Produsernya

Dreadout_0

Pada tanggal 2 Januari lalu, rumah produksi Goodhouse.id menggelar acara gala premiere film DreadOut, sebuah film horor pertama yang diangkat dari game horor karya developer Indonesia, Digital Happiness, yang telah sukses secara internasional.

Acara gala premiere tersebut makin semarak karena dihadiri oleh cast bersama sutradara, produser, game developer DreadOut dan beberapa partner yang terlibat dalam project film DreadOut yakni CJ Entertainment, Sky Media, Nimpuna Sinema dan Lytogame. Lytogame sendiri merupakan perusahaan game developer terbesar di Indonesia yang mendukung diangkatnya game DreadOut ke layar lebar.

Doc. Indoesports

Kimo Stamboel, sutradara sekaligus penulis dan produser film DreadOut berharap gala premiere ini akan membuktikan rasa penasaran para pecinta game DreadOut dan juga semua pecinta film Indonesia, khususnya horor dan seluruh gamers di Indonesia.

"Brand dari game ini sudah sangat besar dan kuat, walaupun memang idel awal cerita yang disepakati bersama teman-teman dari Digital Happiness adalah prequel dari gamenya, tapi kualitas, keseruan dan kengerian dalam film ini harus sama persis seperti gamenya. Saya tersanjung namun memikul beban tanggung jawab yang besar telah dipercaya oleh teman-teman creator game DreadOut dari Digital Happiness untuk menyutradarai film DreadOut," ujarnya

Creator dan produser game DreadOut, Rachman Imron menambahkan banyak rumah produksi dan sutradara lain untuk minta izin mengangkat game DreadOut ke layar lebar. Namun kesamaan visi akhirnya yang menjadi bahan pertimbangan utama memilih Kimo Stamboel dari Mo Brothers untuk mengangkat game DreadOut. "Memang sudah lama ngefans sama film-film karya Kimo, kami langsung bisa kebayang gimana seru dan kerennya kalau Kimo jadi sutradara film ini. Belum banyak pelaku film yang mengapresiasi game unuk dijadikan film. Semoga pendekatan DreadOut lewat film, bisa memperluas gamenya lagi ke depan," pungkasnya.

Caitlin Halderman dan Jefri Nichol, aktris muda bertalenta yang dipercaya memegang peran utama sebagai Linda dan Erik dalam film ini merasa bangga dan senang ikut merasakan keseruan dalam peluncuran film DreadOut pada acara gala premiere di hari tersebut.

"Sebenernya udah lama aku ingin mencoba karakter dalam genre film yang baru seperti genre film horor, bukan hanya drama percintaan saja. Khusus untuk film ini, aku harus menjalani latihan cukup berat, mulai dari latihan fisik, reading untuk pendalaman karakter sampai latihan adegan-adegan stunt, karena hampir semua adegan berbahaya aku lakukan sendiri tanpa pameran pengganti," ujar Caitlin.

"Seru banget bisa jadi bagian dari film DreadOut apalagi dapat kesempatan kerja bareng dengan sutradara sekelas mas Kimo. Awalnya agak ragu dan enggak pede ketika ditawarin peran ini karena main film horor yang banyak aksinya itu menjadi tantangan baru buat aku. Tapi setelah diyakinkan oleh mas Kimo dan para produser film DreadOut, akhirnya aku berani juga ambil perannya." kata Nichol.

Wida Handoyo selaku salah satu produsernya mengatakan, di awal tahun ini rumah produser Goodhouse.id memberikan kado awal tahun setelah proses dan perjalanan yang cukup panjang dengan menggelar gala premiere film DreadOut bersama wartawan, komunitas game, blogger dan vlogger di CGV Cinemax Grand Indonesia.

"Semoga film ini bisa diterima oleh masyarakat karena menjadi tonggak sejarah bersatunya industri game dan industri film di Indonesia. Film DreadOut siap tayang di semua bioskop di seluruh Indosia mulai tanggal 3 Januari 2019," ungkap Wida Handoyo dalam acara konfrensi pers gala premiere Film DreadOut di CGV Cinemax Grand Indonesia, Jakarta yang berlangsung di tanggal 2 Januari 2019 tersebut.

Terinspirasi dari game ciptaan Digital Happiness berjudul DreadOut yang berhasil menjadi game indie horor yang populer di platform game internasional STEAM dan menjadi semakin populer ketika PewDiePie memberikan review positif terhadap game ini.

DreadOut mengambil latar cerita sebelum kejadian dalam game terjadi. Film ini menceritakan sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama di sana. Tidak sengaja, salah satu anggota kelompok, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.

Digital Happiness

"Film DreadOut mencerminkan budaya anak muda jaman sekarang. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh anak muda demi mendapatkan popularitas di media sosial. Mulai dari melakukan hal-hal konyol, hingga hal ekstrim. Film ini akan terasa related dengan kita semua," ujar Marsha Aruan.

Pengambilan gambar dilakukan selama 33 hari di beberapa lokasi di Jakarta, Ciawi, dan Cibodas. Para pemain tidak menggunakan stuntman dalam memperagakan adegan berbahaya sehingga persiapan yang matang pun dibutuhkan dalam memproduksi film DreadOut.

Keunikan DreadOut adalah game horor yang mengangkat kisah petualangan Linda bersama teman-temannya yang menyelamatkan diri dari serangan para makhluk supranatural seperti Hantu Kebaya Merah, Pocong, Kuntilanak, Tuyul, Sundel Bolong sampai dengan Babi Ngepet.

Digital Happiness

Sementara itu, produser film Edwin Nazir mengatakan, "Rencananya film ini, seperti gamenya tidak hanya akan dipasarkan di dalam negeri tapi juga akan dipasarkan secara internasional, untuk itu selain bekerjasama dengan SkyMedia dan Lytogame, kami juga bekerjasama dengan CJ Entertainment dari Korea. Semoga film ini tidak hanya sukses di pasar lokal, tapi juga bisa sukses di pasar internasional dan menjadi film karya anak bangsa yang dapat dibanggakan di mata dunia."

 


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Artikel Terkait
Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar