Tumbang Dari Filipina, Timnas Dota 2 Indonesia Turun ke Lower Bracket IESF 2022

Tumbang Dari Filipina, Timnas Dota 2 Indonesia Turun ke Lower Bracket IESF 2022

Timnas Indonesia Dota 2 harus rela turun ke Lower Bracket setelah berjuang hingga game 50 menit di Upper Bracket Semifinals IESF 2022.

Berbekal kemenangan atas Algeria, Tim Indonesia menghadapi Filipina dengan kepercayaan diri yang tinggi dalam pertandingan Upper Bracket Semifinals melawan Filipina.

Indonesia sendiri berisikan dengan Indonesia Dream Team yang berisikan para pemain yang sudah malang melintang di skena kompetitif Dota 2, seperti Dreamocel, Mikoto, Womy, Jhocam, dan Whitemon.

Sementara sama dengan Indonesia, Filipina tak menemui kendala yang berarti saat bertemu Kazakhstan pada pertandingan sebelumnya.

Baca Juga:

Game 1

Indonesia mengawali game pertama tidak terlalu mulus, firstblood sendiri berhasil diamankan oleh Filipina setelah offlaner Indonesia, Womy, melakukan sebuah kesalahan yang berhasil di-punish oleh carry dari Filipina.

Di sisi lain safelane dari Timnas indonesia tidak mendapatkan gangguan yang cukup berarti, hal tersebut membuat Dreamocel cukup nyaman dalam melakukan farm.

Namun game berjalan seimbang hingga midgame, menuju lategame Mikoto yang mendapatkan lahan farm dan berhasil memenangkan lane di mid sudah terlalu kuat yang membuat Filipina tak mampu berbuat apa-apa.

Game sendiri berakhir di menit 38 dengan keunggulan 25k networt gold untuk keunggulan Timnas Indonesia.

Filipina harus mengamankan game kedua kali ini jika mereka tak ingin turun ke lower bracket, sementara Indonesia harus mengamankan game kedua untuk meloloskan mereka ke upper bracket final IESF 2022.

Game 2

Filipina bermain lebih agresif sejak awal game, terlebih Filipina menggunakan draft hero yang cukup kuat dalam inisiasi dengan memiliki Mars yang digunakan oleh Juwel dan Primal Beast yang digunakan oleh Lewis.

Kedua hero tersebut terbukti kuat dalam hal menginisiasi teamfight. Hal tersebut membuat Indonesia beberapa kali harus reset teamfigt dengan Song of Siren dari hero Naga Siren yang digunakan oleh Dreamocel.

Hal tersebut membuat game pun harus berlanjut ke late game, namun disayangkan hero dari Timnas Indonesia sendiri tidak terlalu kuat di late game, yang membuat Filipina dapat mendominasi di late game seklaigus berhasil mengamankan game kedua yang membuat match harus dilanjutkan ke game ketiga.

Game 3

Game ketiga menjadi penentuan bagi kedua tim, game ini akan menentukan siapa yang akan bertahan di Upper Bracket dan siapa yang akan turun ke Lower Bracket.

Filipina pun mengantisipasi kekuatan Indonesia yang berada di Midlaner-nya. Mikoto sendiri memang menjadi nyawa dari permainan Timnas Indonesia, terlihat ketika saat game pertama Mikoto yang berhasil memenangkan mid lane-nya berhasil membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan.

Di game kitiga ini pun Filipina mengantisipasinya dengan inisiasi gank di midlane untuk menghambat pergerakan Mikoto.

Strategi tersebut nampaknya kembali berhasil membuat Timnas Indoensia tak berkutik. Sempat terjadi teamfight yang mendebarkan, namun sayang Indonesia harus turun ke Lower Bracket setelah tak ter-wiped out oleh Filipina ditambah semua pemain Indonesia sudah tak lagi memiliki buyback setelah teamfigt terakhir.

Dengan hasil ini Indonesia harus turun ke lower bracket dan akan menghadapi Makedonia, sedangkan Filipina membutuhkan satu kemenangan lagi di upper bracket final untuk pastikan tempat di Grand Final cabang Dota 2 IESF 2022. 


Tags:

Apa menurut kamu Artikel ini keren?

Share artikel ini ke teman-teman kamu juga ;)

Beri Komentar
Silahkan melakukan login terlebih dahulu

0 Komentar